Selamat Datang

Tampilkan postingan dengan label web programming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label web programming. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

cara membuat kolom atau frame Di HTML

Bentuk pembuatan frame pada contoh kali ini adalah 1 buah kolom untuk kolom bagian atas dan untuk bagian kiri dan kanan masing-masing 1 kolom.
Bentuk Umum Penulisan Kode
<FRAMESET ROWS="">
…….………………………….
   <FRAMESET COLS="">
        ……………………..
   </FRAMESET>
</FRAMESET>

Berikut Ini adalah langkah-langkah pembuatannya
Buatlah Folder baru (Folder tempat penyimpanan File HTML atau file pendukung lainnya)
Buat File HTML dengan Nama Atas.HTML Kemudian Ketikan Kode Dibawah ini
<HTML>
<BODY>
<IMG SRC="Logo.png">
</BODY>
</HTML>

Bentuk Tampilan Atas. HTML:

Buat File HTML dengan Nama Kiri.HTML Kemudian Ketikan Kode Dibawah ini 
<HTML>
<BODY>
Menu<br>
<a href="Atas.html" Target="main" >Sampul 1</a><br>
<a href="Kiri.html" Target="main" >Sampul 2</a><br>
<a href="kanan.html" Target="main" >Sampul 3</a><br>
<a href="Atas.html" Target="main" >Sampul 4</a><br>
<a href="kiri.html"Target="main" >Sampul 5</a>
</BODY>
</HTML>

Bentuk Tampilan Kiri.HTML:

Buat File HTML dengan Nama Kanan.HTML Kemudian Ketikan Kode Dibawah ini 
<HTML>
<BODY>
Selamat Datang
Kali ini tanya-ilmukomputer menjelaskan tentang cara membuat kolom atau frame DiHTML, Bentuk pembuatan frame pada contoh kali ini adalah 1 buah kolom untuk kolom bagian atas dan untuk bagian kiri dan kanan masing-masing 1 kolom.
</BODY>
</HTML>
Bentuk Tampilan Kanan.HTML:

Buat File HTML dengan Nama Index.HTML Kemudian Ketikan Kode Dibawah ini 
<HTML>
<HEAD><TITLE>Sampul Ilmu</TITLE></HEAD>
<FRAMESET ROWS="100,*">
  <FRAME NAME="judul" SCROLLING="No" NORESIZE src="Atas.html">
  <FRAMESET COLS="180,*">
    <FRAME NAME="menu" SRC="Kiri.html" SCROLLING="no">
    <FRAME NAME="main" SRC="Kanan.html">
</FRAMESET></FRAMESET>
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Bentuk Tampilan Index.HTML:

Cara Menampilkan File PDF ke Webpage

Cara Menampilkan File PDF ke Webpage
Cara Menampilkan File PDF ke Webpage
Berikut adalah cara memasangkan file PDF pada halaman web/blog kita, cara pemasangannya cukup sederhana,

Cara 01
copy paste kode dibawah ini :

<object data="Letak file.pdf " type="application/pdf" width="100%" height="100%"></object>

Dimana ;
Tulisan berwana merah adalah letak file kita di web
Tulisan berwarna biru adalah persen dari panjang dan lebar file yang ditampilkan dalam web/blog kita
Cara 02

Melalui PDF Code Generator, bisa dilakukan disini

Dimana generator ini menyediakan beberapa fungsi, diantaranya zoom dari file, lompat antara halaman ke halaman, toolbar dan beberapa parameter lainnya..

Rabu, 22 Oktober 2014

Membuat Visualisasi Materi Pengolahan Sinyal dan Sistem Menggunakan Bahasa HTML

<HTML>
<HEAD><TITLE>Sinyal dan sistem Linier</TITLE></HEAD>
<FRAMESET ROWS="120,*">
  <FRAME NAME="judul" SCROLLING="No" NORESIZE src="head.html">
  <FRAMESET COLS="180,*">
    <FRAME NAME="menu" SRC="menu.html">
    <FRAME NAME="main" SRC="Sinyal-dan-sistem-linier.html">
</FRAMESET></FRAMESET>
</HTML>


simpan dengan nama index.html

<html>
<head>
<title>MENU SISTEM LINEAR</title>
</head>
<body>
<br><a href="Sinyal-dan-sistem-linier.html" target="main" >home</a></br>
<br><a href="pengantar-sinyal.html" target="main" >Pengantar Sinyal</a></br>
<br><a href="Sinyal-Waktu-Kontinyu.html" target="main" >Sinyal Waktu Kontinyu</a></br>
<br><a href="Sinyal-Waktu-diskrit.html" target="main" >Sinyal Waktu Diskrit</a><br>
<br><a href="operasi-dasar-sinyal-dengan-matlab.html" target="main" >Operasi Dasar Sinyal</a><br>
<br><a href="Pengantar-Tentang-Sistem.html" target="main" >Pengantar tentang sistem</a></br>
<br><a href="sistem-linier-dan-non-linier.html" target="main" >Sistem Linier</a></br>
<br><a href="sistem-linier-dan-non-linier.html" target="main" >Sistem non linier</a><br></body>
</html>



simpan dengan nama menu.html

<html>
<head>
<title>head</title>
<style type="text/css">
<!--
.style1 {
    font-family: "Times New Roman",;
    font-size: 72px;
    color: blue;
}
-->
</style>
</head>
<body>
<div align="center" class="style1">Sistem Linear</div>

<div align="center">Nama : Doni Arif Ansori, NIM : 13.543.0144
 </div>
</body>
</html>


simpan dengan nama head.html

<html>
<head>
<title>Sinyal dan sistem Linier</title>
</head>

<body>
<p><strong><u>Sinyal dan Sistem Linear</u></strong> </p>
<p>Kata lain sinyal adalah isyarat. Tapi penggunaan sehari-hari kata "sinyal" dan kata "isyarat"    sedikit berbeda. Seseorang menyuruh diam dengan meletakkan telunjuk ke bibir disebut memberi    isyarat. Kereta berangkat menunggu sinyal dari petugas PPKA berupa tiupan peluit. </p>
<p>Dalam pembicaraan tentang sistem teknik, kedua kata di atas   adalah sama. Sinyal adalah besaran yang diamati dalam selang waktu   tertentu. Dalam selang waktu yang dimaksud, biasanya besaran berubah   secara dinamis. Dalam keseharian dikenal sinyal suara atau sinyal gambar   yang besarannya senantiasa berubah terhadap waktu. Namun besaran yang   tidak berubah terhadap waktu secara teknis disebut sinyal juga asalkan   merupakan pengamatan dalam selang waktu tertentu. Sehingga cahaya yang   keluar dari sebuah lampu (meskipun intensitasnya tetap) disebut sinyal   cahaya. Sebuah sepeda motor mempunyai besaran fisik: berat, warna,   ukuran, kecepatan,    jumlah persnelling, dan lain-lain. Semuanya adalah sinyal yang   dikeluarkan oleh sepeda motor jika diamati dalam selang waktu tertentu.   Namun di    antara besaran-besaran yang dimiliki oleh sepeda motor, mungkin hanya   kecepatan yang sifatnya    dinamis, besaran lain bersifat statis. Oleh karena itu kecepatan   merupakan besaran    yang paling banyak diamati/diperhatikan untuk sepeda motor. </p>
<p>Pembicaraan tentang sistem seringkali melibatkan pembicaraan tentang sinyal. Sistem dikenali    dari sinyal yang dikeluarkannya, dan sistem diamati karena ada dinamika sinyal padanya. Masukan    dan keluaran sistem berwujud sinyal. Masukan dari sistem audio adalah sinyal magnetis dari    pita kaset dan keluarannya adalah sinyal suara. Dalam sistem bendungan, aliran air ke    persawahan adalah sinyal, aliran air dari hulu adalah sinyal, hujan adalah sinyal, pengubahan    posisi pintu air oleh petugas irigasi adalah sinyal, bahkan watt listrik yang dihasilkan (jika    ada PLTA-nya) adalah sinyal. </p>
<p>Secara teknis sinyal dibedakan menurut keberadaan dan nilai besarannya. Gambar berikut ini    memperlihatkan empat macam sinyal yaitu: sinyal kontinyu (analog), sinyal kontinyu     terkuantisasi, sinyal diskret, dan sinyal diskret terkuantisasi (digital).<br>
</p>
<center>
  <img src="http://www.oocities.org/husni_ums/sislinfig/btksinyal.gif" alt="Bentuk sinyal">
</center>
<br>
Sinyal kontinyu merupakan bentuk kebanyakan sinyal yang ada di alam. Debit aliran air sungai,    arus listrik yang masuk ke sebuah rumah pelanggan PLN dan suhu suatu ruangan adalah contohnya.    Sinyal kontinyu mempunyai nilai di semua waktu dan nilainya bisa berapa saja.    Sinyal kontinyu terkuantisasi mempunyai nilai di semua waktu tapi nilainya hanya tertentu saja.    Contohnya adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar, atau harga suatu barang di toko. Sinyal    diskret mempunyai nilai pada waktu-waktu tertentu saja dan nilainya bisa berapa saja. Contohnya    adalah data harian curah hujan di Solo, atau nilai indeks harga saham gabungan di bursa pada    saat penutupan transaksi. Sinyal diskret terkuantisasi mempunyai nilai pada waktu-waktu    tertentu saja dan nilainya hanya tertentu. Contohnya adalah sinyal komunikasi digital.
<p>Pembicaraan dalam kuliah sistem linier secara umum adalah menyangkut sinyal kontinyu dan    diskret yang tidak terkuantisasi. </p>
<p><strong><u>Sistem Linier</u></strong> </p>
<p>Sistem linier adalah sistem dengan sifat khusus berupa linieritas. Artinya hubungan masukan    dan keluarannya bersifat linier. Jika digambar pada grafik hubungan itu berupa garis lurus.    Namun gambaran grafis berupa garis lurus hanya berlaku pada saat sistem berada pada kondisi     mantap (steady) dan bukan pada kondisi transisi (transien). Jika resistor tiba-tiba diberi    tegangan, arus resistor tidak langsung muncul sesuai hukum ohm. Ada masa transisi dari kondisi    belum diberi tegangan (kondisi awal) menuju kondisi mantap (meskipun hanya dalam hitungan    mikrodetik atau nanodetik). Hukum ohm hanya berlaku pada kondisi mantap. Kondisi transisi ini    tidak diperhatikan pada desain rangkaian elektronik biasa, tapi kondisi ini menjadi perhatian    pada sistem frekuensi tinggi di mana sinyal berubah dengan sangat cepat. </p>
<p>Ada dua alasan penting mengapa studi sistem linier menjadi perlu: </p>
<ol>
  <li>Model sistem linier dapat dipelajari lebih mudah dan pembahasannya telah mendalam. Alat    bantu analisis dan desain sistem linier telah banyak tersedia. </li>
  <li>Kebanyakan sistem fisik dapat dimodelkan dengan sistem linier.</li>
</ol>
</body>
</html>


simpan dengan nama Sinyal-dan-sistem-linier.html

<html>
<head>
<title>sistem linier dan non linier</title>
<body>
<object data="F14-Modul-SPL.pdf " type="application/pdf" width="100%" height="100%"></object>
</body>
</html>


simpan dengan nama sistem-linier-dan-non-linier.html
jangan lupa download file F14-Modul-SPL.pdf 
dan downlaod halaman yang lain disini
inilah hasil dari source code di atas. (simpanlah file di atas dalam satu folder)

Cara Membuat Frame HTML

Cara Membuat Frame HTML - Frame adalah teknik yang digunakan untuk membagi window menjadi beberapa bagian. Setiap bagian kita isi dengan sebuah halaman web yang sesuai. Keuntungan dari penggunaan frame adalah mudahnya pengaturan hubungan antar satu halaman dengan halaman lainnya.

Frame dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain:
1. Membuat suatu daftar isi pada suatu sisi frame, sedangkan sisi frame yang lain menampilkan isinya
2. Membuat suatu judul atau logo yang tidak berubah-ubah pada suatu sisi frame, sedangkan sisi frame yang lain menampilkan isis dokumen
3. Membuat suatu dokumen tanya jawab, dll.

Cara Membuat Frame HTML Untuk membuat halaman web yang menggunakan frame kita perlu membuat beberapa file html, yaitu:

Sebuah pendefinisi file. File tersebut kita butuhkan untuk menampilkan halaman web dengan bentuk frame

Beberapa file pengisi frame, yang jumlahnya tergantung dari berapa bagian yang akan kita buat pada frame tersebut

Sama halnya seperti membuat tabel, dalam mendefinisikan frame, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan dahulu bentuk frame yang akan dibuat, misalnya bentuk frame pada contoh berikut:


Frame A1 - Cara Membuat Frame HTML


Frame A2 - Cara Membuat Frame HTML


Frame B1 - Cara Membuat Frame HTML


Frame B2 - Cara Membuat Frame HTML

Cara Membuat Frame HTML Untuk membuat frame seperti Frame A2, sebuah halaman kita bagi menjadi dua bagian terlebih dahulu secara horizontal seperti Frame A1, kemudian dibagi lagi hingga seperti Frame A2. Demikian pula untuk membuat Frame B2 harus melalui bentuk Frame B1. Urutan ini akan sangat memengaruhi bentuk frame yang akan kita bangun.

Tag untuk membuat frame diawali dengan menggunakan <FRAMESET> dan diakhiri dengan </FRAMESET>. Pada file pendefinisi frame kita tidak lagi memerlukan tag <BODY></BODY>, sehingga struktur dasar pendefinisi frame adalah sebagai berikut:

1 <html>
2 <head>
3 <title></title>
4 </head>
5 <frameset>
6 --- bagian frame ---
7 </frameset>
8 </html>

Pada file pendefinisi frame ini, setiap kita akan membagi menjadi beberapa bagian, maka kita gunakan tag <FRAMESET></FRAMESET>. Atribut-atribut yang dapat menyertai tag ini adalah:

BORDER, untuk menentukan tebal garis pemisah antar frame
ROWS, untuk menentukan berapa baris bagian yang akan dibentuk
COLS, untuk menentukan berapa kolom yang akan dibentuk Jika kita tidak akan membagi lagi frame yang ada, maka selanjutnya kita definisikan frame tersebut dengan tag <FRAME>. Atribut-atribut yang dapat menyertai tag ini adalah:

NAME, untuk memberi identitas/nama bagi frame tersebut. Fungsinya adalah ketika frame tersebut dijadikan target untuk menampilkan suatu halaman.
SRC, menunjukkan file yang mengisi frame tersebut.
SCROLLING, untuk menunjukkan apakah kita akan menggunakan scrolling bar di samping atau di bawah halaman, opsi inputnya adalah "YES, NO atau AUTO". Yang perlu diperhatikan saat membuat file pendefinisi frame adalah bahwa kita telah mempunyai file yang akan digunakan untuk mengisi frame tersebut.

Cara Membuat Frame HTML Sekarang, kita akan membuat halaman web yang memiliki frame dengan tiga bagian (seperti gambar FRAME A2). Pertama, kita perlu membuat file pengisi frame sebanyak 3 buah.

Buatlah file HTML berikut, simpan dengan nama logo.html
1 <html>
2 <head>
3 <title></title>
4 </head>
5 <body bgcolor="#006699">
6 <h2><font color="#FFFFFF">Cara Membuat WEB</font></h2>
7 </body>
8 </html>


Selanjutnya, buatlah file yang kedua, simpan dengan nama menu.html
1 <html>
2 <head>
3 <title></title>
4 </head>
5 <body bgcolor="#CCCCFF">
6 <h4>Latihan</h4>
7 Mencoba latihan membuat Frame HTML
8 </body>
9 </html>

Buatlah file yang ketiga, simpan dengan nama welcome.html
1 <html>
2 <head>
3 <title></title>
4 </head>
5 <body>
6 <h2>Selamat Datang</h2>
7 <h4>Anda berada pada halaman latihan Membuat FRAME HTML</h4>
8 </body>
9 </html>

Yang terakhir adalah kita membuat file pendefinisi frame, simpan dengan nama index.html
01 <html>
02 <head>
03 <title></title>
04 </head>
05 <frameset rows="25%,*" border="0">
06 <frame name="atas" src="logo.html" />
07 <frameset cols="20%,*">
08 <frame name="menu" scrolling="no" src="menu.html" />
09 <frame name="isi" src="welcome.html" />
10 </frameset>
11 </frameset>
12 </html>

Cara Membuat Frame HTML


Gambar di atas merupakan hasil dari kode-kode yang tertera di atas. Semoga artikel cara membuat frame HTML dapat bermanfaat.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons